Program Tahun Ini

Alumni Wanwir Berbagi Kisah Sukses

Setelah sekian lama tak berjumpa, para alumni lomba Wanita Wirausaha berkumpul untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai pencapaian mereka dan bagaimana Femina sungguh membantu usaha mereka berkembang lebih luas.

Tengku Fiola, finalis Wanita Wirausaha 2010, yang bergerak di bidang produksi baju anak ini mengaku bahwa omzet penjualannya meningkat pesat setelah mengikuti lomba Wanita Wirausaha. Kesuksesannya ini menjadi bukti bahwa seorang ibu rumah tangga bisa menjadi pengusaha yang berhasil.  “Walaupun ikut suami bertugas ke berbagai daerah, tetapi saya masih bisa berkarya. Saya ingin memberikan motivasi pada wanita-wanita Indonesia agar menjadi wanita kreatif dan mandiri,” ujar pemilik Mexx Girl ini.

Tahu Petis Yudhistira milik Wieke Anggarini terangkat pamornya, sejak ia terpilih menjadi Pemenang II Lomba Wanita Wirausaha 2008. “Saat mengikuti lomba Wanita Wirausaha, saya sangat tidak percaya diri. Saya tidak membayangkan bahwa usaha yang dirintis hanya bermodalkan gerobak dorong tradisional dan tidak punya tempat permanen malah terpilih jadi juara 2,” ungkap Wieke.

Pemenang II Lomba Wanita Wirausaha 2009, Monica Subiakto juga memiliki pengalaman serupa. “Bermula dari mengikuti bazar kecil di daerah Bekasi, kini saya sudah rutin mengikuti bazaar bergengsi seperti INACRAFT, dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan,” ujar pemilik clothing line Romantic Cotton ini.

Petty S. Fatimah, Corporate Community Officer Femina mengungkapkan bahwa menglobalkan pemenang maupun finalis merupakan misi Femina sebagai fasilitator di dunia wirausaha wanita Indonesia, sehingga usaha mereka bisa berkembang dan terdengar sampai ke mancanegara.

Ajang ini juga merupakan bentuk apresiasi  untuk para Wanita Wirausaha yang berani untuk mewujudkan mimpi mereka. Kesuksesan akan terwujud bila disertai dengan motivasi, keuletan, kegigihan dan skill yang memadai. Di balik itu semua, yang paling penting adalah berani bermimpi besar!

“Sebelum mengikuti lomba Wanita Wirausaha, semua orang memandang sebelah mata bila saya menyinggung tentang keinginan untuk menjalankan bisnis lampu. Setelah terpilih sebagai Finalis tahun 2010, tidak hanya omset penjualan yang meningkat, saya pun puas karena karena bisa mewujudkan mimpi,” tutur Safrida, pemilik Cahaya Lampu, yang juga peraih UKM terbaik bisnis online versi Google dan mendapatkan fund dari British Council dalam program Social Entrepreneur.

Setelah berbagi kisah sukses, acara dilanjutkan dengan pembentukan Ikatan Alumni Wanita Wirausaha. Dari voting, terpilihlah, Laila Asri (Porvous) sebagai Ketua. Reno Andam Suri (Rendang Uni Farah) sebagai Wakil Ketua dan  Adinindyah (Lawe) sebagai Sekjen.

Laila langsung mengungkapkan misinya untuk menjangkau lebih banyak wanita di seluruh pelosok Indonesia yang masih belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya. “Saya ingin membuat Mini Workshop untuk para wanita wirausaha dengan memberikan training dan membuka kelas business plan dan kelas-kelas yang akan memperkuat skill mereka, motivasi memang perlu namun skill juga penting,” ungkapnya bersemangat.

Woro Hartari Trianti

 

 

Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password



Acara &  
Agenda  

Saatnya Mengukur Potensi Diri!
Ikut dan menang kompetisi wirausaha bukan sekadar gengsi, tapi ajang untuk mengukur potensi diri.
Workshop Inovasi Tanpa Batas
23-24 Mei 2013 Halo wanita wirausaha di Surabaya dan sekitarnya, ikuti workshop ini!
Meraih Sukses Lewat E-Commerce
Ikuti workshop bisnis digital wanita wirausaha 2013!