Dunia Usaha Tanpa Batas 
Kondisi diatas berpengaruh besar terhadap pelaku usaha di Indonesia. Perlu ada pendekatan baru dalam pengembangan kewirausahaan, khususnya pada skala UKM.
Svida Alisjahbana, CEO Femina Group menjelaskan bahwa tema program Wanita Wirausaha Mandiri Femina ”Dunia Usaha tanpa Batas” (
Borderless enterprise) mengacu pada perubahan itu dengan menghilangkan batas-batas yang menghambat. ”Wanita wirausaha perlu membuka diri untuk berani menekuni jenis usaha ’nonfeminin’Banyak potensi usaha diluar yang umum dikerjakan wanita seperti fashion, kerajinan, makanan yang menunggu dieksplorasi oleh tangan-tangan handal wanita.”
“Wanita wirausaha perlu handal dan tak punya hambatan teknis dan psikologis dalam menggunakan teknologi komunikasi untuk meluaskan sayap bisnisnya, ke mana saja yang potensial. Wanita wirausaha perlu punya
skill baru sebagai calon wirausaha besar yang sukses : kemampuan berinovasi dan renovasi yang cepat dan tepat sasaran, pengetahuan yang cukup mengenai HKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan melihat
brand sebagai aset sehingga tahu cara melindunginya.
Service excellence, untuk melayani konsumen
online maupun
offline,” lanjut
Svida.
Berkaitan dengan perkembangan wirausaha,
Svida melihat, pengusaha di kelas menengah di Indonesia mendapat perhatian paling kecil dalam hal kewirausahaan dibandingkan pengusaha mikro yang berada di bawah dan pengusaha besar. “Melalui program
Wanita Wirausaha Mandiri – Femina, kami ingin mendorong para pengusaha kelas menengah dapat mengembangkan usahanya hingga bisa naik kelas,” katanya.