2009

Jadi Wirausaha Sukses, Anda pun Bisa!

 
Rangkaian acara wanita Seminar Wirausaha BNI-Femina yang kedua setelah Jakarta adalah di Surabaya. Digelar 16 Mei lalu di Hotel Sheraton di jantung Surabaya, dari yang semula hanya menyediakan kapasitas 200 peserta, dihadiri hingga 240 peserta.
 
Seminar bertema Taklukkan Krisis! Gali Potensi Lokal untuk Sukses Berbisnis ini masih dengan pembicara utama yang sama, yakni pakar bisnis Rhenald Kasali dan pakar marketing online, Iim Fahima. Dipandu oleh pembawa acara Farhan, ada pula pembicara dari BNI Surabaya, Tambok Setyawati, yang memberi kiat tentang permodalan.
 
Seminar ini mengundang pula wanita-wanita pengusaha asal Surabaya yang berbagi rahasia kesuksesan bisnis mereka. Antara lain Tati Hartati (pemilik Danis Busana Muslim Anak), Dewi Nurmaya dan Dewi Anggraeni (pemilik Sonokembang Catering), Helena Carla Setja Atmadja (pemilik Kupu-Kupu aksesoris dan tas Mimo), serta Yunita Wijaya (pemilik Bejana Glass Painting).
 
Mulai dari Yang Kecil
Tidak semua orang berani memulai bisnis. Kenapa demikian? Rhenald Kasali menggambarkan, sejak kecil orang Indonesia sudah terbiasa dibesarkan dengan berbagai aturan dan belenggu. Lantas bagaimana cara melepas belenggu ini? Jawabannya terletak di pikiran. “Cobalah berbicara dengan diri Anda sendiri di depan kaca, Yes, I Can! Kalau Anda bilang bisa, berarti Anda bisa,” saran Rhenald, yang juga dibenarkan oleh Farhan.
 
Orang yang sukses adalah orang yang terus menerus menerapi dirinya sendiri. “Jangan pernah mengucapkan hal negatif!” kata Rhenald, tegas. Orang yang gagal adalah orang yang selalu ragu dan cepat putus asa. Rhenald mengumpamakan, orang yang sukses ibarat bola tenis, setiap kali jatuh tetap bisa bangkit lagi. Sedang orang gagal, ibarat telur. Cangkangnya terlihat keras, tetapi kalau jatuh sedikit saja, langsung pecah.
 
Cara lain untuk bisa melepas belenggu itu adalah dengan mengubah DNA kita. DNA secara genetik tentu tak bisa diubah. Yang dimaksud Rhenald adalah DNA perilaku. Salah satu ciri DNA wirausaha adalah bisa bersahabat dengan ketidakpastian. Bukankah dunia ini sangat penuh dengan ketidakpastian?
 
Lagi-lagi Rhenald menggunakan metafora. “Perhatikan ketika seekor cecak ekornya putus, ia masih bisa bergerak-gerak. Karena yang menggerakkan adalah pikirannya. Semua manusia digerakkan oleh pikiran.” Nah, supaya pikiran bisa berkembang, Rhenald memberi kiat, coba berkenalan dengan teman-teman baru yang punya impian sama, membaca buku tentang wirausaha atau biografi orang besar dan para pengusaha sukses. Dengan demikian, Anda pun akan termotivasi.
 
Setelah itu, coba beranikan diri untuk memulai bisnis. Menurut Rhenald, sebenarnya tidak sulit, kok. Asal, jangan terlalu berpikir yang muluk-muluk dulu, menyewa toko atau kantor yang besar, dengan mencari modal yang juga besar. Berbisnis tidak harus seperti itu. “Yang penting bisnis yang jelas dulu, jangan selalu berpikir dengan modal besar. Mulai dari yang kecil dulu, manfaatkan skill atau alat yang Anda miliki. Banyak lho, konglomerat sukses yang mengawali bisnisnya dari garasi rumah. Contohnya, Martha Tilaar,” jelas pendiri Rumah Perubahan ini. Dalam hidup, segala sesuatu bisa berubah. Begitu juga dengan bisnis. Dari yang kecil bisa jadi makin besar. Yang penting bagaimana memulai dari yang kecil dulu. Baru setelah itu berpikir untuk membesarkannya.
 
Senada dengan Rhenald, Tambok Setyawati, pimpinan BNI Surabaya, membenarkan tentang strategisnya bisnis kecil. “Hebatnya, di masa krisis ini yang paling tidak goyah justru usaha kecil,” ujarnya. Untuk itulah BNI berkomitmen untuk memperhatikan bisnis kecil dan menengah.
 
Sayangnya, jika bisnis masih dalam tataran ide atau konsep, bank belum bisa langsung mengucuri modal sesuai yang diminta. Seperti yang menjadi pertanyaan Susi, salah seorang peserta seminar, yang ingin berbisnis creative art paper. Tambok menjawab, “Bank baru bisa membiayai kalau Anda sudah punya usaha, dan usaha sudah berjalan. Yang penting adalah mulai dulu usaha Anda, cari permodalan dari tempat lain dulu, bisa dari keluarga atau teman dekat. Alasannya, bank adalah bisnis yang mengutamakan kehati-hatian. Nah, kalau usaha sudah berjalan paling tidak setahun, baru datang ke bank untuk mengajukan pinjaman modal,” saran Tambok.
 
Google Adwords dan facebook
Berbicara tentang fenomena online tidak kalah serunya. Sekarang, banyak bisnis yang sukses ditunjang dengan pemasaran lewat online. Namun sebelum memikirkan untuk beriklan di online dan membuat website, ada baiknya untuk melakukan riset dulu. Seperti yang dipaparkan oleh Iim Fahima, direktur Virtual Consulting dalam makalahnya berjudul Memulai Langkah Memasarkan Bisnis Online.
 
Mentang-mentang sekarang serba online, haruskah semua bisnis berbasis online? “Kalau mau ke online, lihat dulu target marketnya, lakukan analisa siapakah profil pasar bisnis Anda, apakah mereka adalah pengguna internet?” kata Iim.
 
Memang di kota-kota besar makin banyak orang yang melek internet. Bahkan sampai ke kota-kota kecil di seluruh pelosok nusantara. Untuk itu, internet menjadi media yang sangat strategis untuk meluaskan jangkauan bisnis Anda. Bukan tidak mungkin Anda bisa mendapatkan pembeli dari luar negeri.
 
Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah kalau mau sukses di online hiduplah di onlie. Iim memberi contoh dirinya sendiri sebagai online marketing communication strategist menyarankan, “Saya bisa online lebih dari 12 jam sehari. Hiduplah dengan budaya online. Kalau punya website ya, cek statistiknya, banyak bersosialisasi di milis. Dengan cara demikian, kita bisa tahu kebutuhan pasar, tren, perilaku konsumen online dan bagaimana kebiasaan berinteraksi di internet.
 
Dalam melakukan riset, Anda bisa memanfaatkan Google Adwords. Caranya ketik https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal. Misalnya, kalau Anda ingin tahu berapa banyak orang yang mencari keyword ‘batik’ di google, klik pada pilihan descriptive words or phrases di sebelah kiri, lalu ketik kata kunci ‘batik’. Google Adwords akan memberi tahu, ada sejumlah 450 ribu hasil pencarian. Ini saja sudah menunjukkan ada permintaan yang cukup tinggi.
 
Lantas, bagaimana kalau demand-nya rendah? “Maka kita harus menciptakan demand. Caranya? Dengan beriklan. Tidak perlu yang mahal-mahal. Cari alternatif beriklan murah, misalnya lewat paperclip di laman atau website yang sudah terkenal, Google Adsense atau dengan memanfaatkan facebook.”
 
Iim menambahkan, punya akun facebook jangan hanya digunakan personal, menulis status dengan asal. “Ketika kita mulai sadar bisnis, manfaatkan facebook sebagai brandbuilding. Contohnya, Ning Hermanto, wirausaha yang berbisnis herba, semua statusnya dikaitkan dengan bisnisnya.”
 
Status pada facebook adalah cara beriklan yang murah, tidak melanggar etika kesopanan dalam dunia maya dan bisa mendekatkan Anda pada konsumen. “Tulislah status dengan konsisten, tunjukkan Anda ingin dikenal sebagai apa. Memanfaatkan facebook bisa juga dengan membuat profil Anda atau profil bisnis Anda. Dengan cara ini kan, tidak perlu keluar biaya,” ujarnya.
 
Para peserta yang sebagian besar sudah akrab dengan internet, tak melewatkan kesempatan untuk bertanya pada Iim. Salah satunya adalah Sasa. Ia menanyakan bagaimana cara agar laman yang dibuatnya bisa masuk peringkat nomor satu di pencarian google. Menurut Sasa, mubazir sudah keluar uang untuk membuat laman kalau hanya akan muncul di peringkat 300 di Google.
 
Iim menjawab praktis, “Untuk menjadi nomor satu ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya adalah bangun laman Anda dengan benar. Keyword harus tepat, dan laman tersebut harus terus diperbarui. Harus ada kepercayaan terhadap laman Anda. Selain ada info produk, sebaiknya sertakan pula profil Anda. Buat copywrite yang kreatif sehingga orang suka membacanya. Pilih nama laman yang menarik dan mudah diingat. Misalnya, produk Anda adalah batik, buat laman dengan nama domain depannya ada kata batik...” jelas Iim panjang lebar.
 
Peserta lain, Iva, menanyakan tentang strategi Search Engine Optimization (SEO) yang konon bisa mendongkrak peringkat laman langsung ke nomor satu di google tanpa perlu ribet. Benarkah SEO ini tepat?
 
“SEO intinya adalah bagaimana supaya laman ada di halaman pertama. Ada dua jenis SEO, ada black SEO dan natural SEO. Kalau ada orang yang menjanjikan laman Anda akan ada di peringkat 1 hanya dalam waktu sekejap, itu biasanya cara black SEO. Risikonya, Anda bisa di blacklist oleh Google karena dianggap menggunakan cara yang tidak wajar. Saya menyarankan lebih baik cara yang natural saja, dengan cara selalu meriset keyword, sebab tren pencarian selalu berubah,” jelas Iim. (FIC)
 
Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password
1  2  3  4  


Sub Menu  

Acara &  
Agenda  

Wanwir Masterclass: Fashion Trend Forecast
Khusus untuk wanwir di bidang fashion, beauty, dan craft!
Femina Award 2014
Beragam produk unggulan wanita wirausaha di pameran Inacraft pilihan tim editor Femina.
Business Trip Surabaya
Khusus para wanita wirausaha! Sharing ilmu bisnis dengan pemilik usaha sukses dan factory visit.
Booth Festival Wanita Wirausaha 2013
80 Booth dari Wanita Wirausaha terpilih ada di Festival Wanita Wirausaha 2013!