Kisah Sukses

Demi Kuku yang Cantik

 
Untuk mempercantik diri hingga ke ujung kaki, banyak wanita rela menguras kantong dalam-dalam. Tak heran, salon khusus kecantikan kuku kini booming. Apalagi, variasi layanan untuk kuku ini kian beragam. Tidak hanya manikur dan pedikur, tapi juga nail art. Yang menjanjikan, pemain dalam bisnis ini masih sedikit.
 
Dari Nol Hingga Franchise
Belum banyak pesaing, membuat keinginan Imelda makin kuat untuk membuka Voxy Nail and Spa, di Kebayoran Baru, Jakarta, pada 2006. Saat itu, ia memandang, perhatian wanita Indonesia terhadap perawatan kuku mulai meningkat. Hal itu ia lihat sendiri dari kebiasaan dan hobi keponakan perempuannya, yang gemar merawat dan menghias kuku. Dari cerita keponakan itu, Imelda mengetahui, tak sedikit dari teman-teman kuliahnya yang juga gemar bereksperimen dengan kuku-kuku mereka.
 
Dulu, selain salon khusus kuku belum booming, jasa perawatan kuku hanya menjadi pelengkap di salon kecantikan. Padahal, di negara lain, layanan rawat kuku sudah menjadi usaha khusus yang berdiri sendiri. “Ketika masih tinggal di Amerika, saya adalah pelanggan setia sebuah salon khusus kuku, yang kebetulan tidak jauh dari rumah,” ujar Imelda.
 
Menyadari tidak punya pengetahuan tentang perawatan kuku, Imelda memutuskan mengambil franchise Voxy Nail yang berkantor pusat di Singapura. Di negara asalnya, Voxy Nail sangat dikenal luas. Cabang Voxy Nail lain juga sudah tersebar hingga ke Jepang dan Arab Saudi. Yang memudahkan, dengan mengambil franchise, Imelda hanya perlu menyediakan tempat usaha dan beberapa karyawan yang siap dilatih secara intensif oleh tenaga ahli dari kantor pusat Voxy Nail. Namun tentunya ia harus terlebih dahulu membayar biaya pembelian hak franchise dalam bentuk dollar, serta menanggung biaya akomodasi tenaga ahli yang dikirim dari Singapura, selama tiga bulan.
 
Berbeda dengan Imelda, Sandra Natalia (35), pemilik Blossomnails ini memilih membuka salon khusus kukunya dari nol, tanpa membeli franchise dari pihak mana pun. Ia hanya perlu mengeluarkan biaya untuk sewa ruangan, penataan interior ruangan serta membeli produk-produk yang diperlukan.
 
Wanita yang sejak remaja sudah gemar menghias kuku ini, terlebih dahulu membekali diri dengan ikut pendidikan singkat satu bulan di Hollywood Beauty and Nails School, Singapura. Sandra melihat, saat pertama membuka salon pada 2004, minat wanita Indonesia terhadap layanan perawatan kuku belum terlalu tinggi. Hampir semua pelanggannya adalah warga Jepang dan Korea yang tinggal di Jakarta. Warga dua negara itu memang dikenal sangat memperhatikan kesehatan dan keindahan kuku. Kalaupun ada orang Indonesia yang senang merawat kuku, mereka melakukannya di salon-salon umum.
 
“Tampaknya belum banyak yang tahu kalau ada salon khusus kuku,” ujar ibu dua anak ini. Untunglah, seiring waktu, bisnisnya terus meningkat. Kini ia sudah memiliki dua cabang Blossomnails di Jakarta dan siap membuka salon ketiganya di sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan.
 
Hal serupa dilakukan Jenti Lim (38), saat hendak membuka Jen's Nail Salon pada 2005, di kawasan Mangga Dua, Jakarta. Meski senang merawat kuku, pengetahuannya seputar masalah kuku terbilang nol. Ia memutuskan mengikuti berbagai kursus singkat tentang kuku di berbagai negara, seperti Malaysia, Korea, Singapura, dan Jepang.
 
Kesuksesan Jen's Nail Salon akhirnya makin memantapkan niat Jenti untuk benar-benar serius menekuni bisnis itu. Pada 2007, ia menjalin kerjasama dengan PT Nailpia International dari Korea, membuka bisnis franchise Nailpia Salon. Franchise Nailpia terbilang lebih murah. Salah satunya karena menggunakan konsultan lokal yang tidak kalah piawai. Hal ini diharapkan bisa makin membuka peluang bagi mereka yang ingin berbisnis salon kuku.
 
Selain itu, Jenti juga membuka Nailpia Academy untuk memberi kursus atau pelatihan. “Dengan begitu, mereka yang ingin belajar tentang segala hal mengenai kuku, tidak perlu lagi harus kursus hingga ke luar negeri. Terbukti, tidak sedikit lulusan Nailpia Academy yang akhirnya membuka salon khusus kuku sendiri atau menerima panggilan merawat kuku dari rumah ke rumah.”
 
Kepuasan pelanggan, nomor satu
Tidak berbeda jauh dari bisnis jasa lain, dalam menjalankan bisnis salon khusus kuku ini, ketiga pebisnis ini sepakat, kepuasan pelanggan menjadi faktor utama. Untuk mencapai hal itu, berbagai upaya dilakukan, seperti menawarkan jasa perawatan bervariasi, meningkatkan keterampilan nailist (sebutan untuk para ahli perawatan atau penghias kuku), dan menghadirkan suasana salon yang nyaman.
 
Untuk variasi jasa perawatan, urusan kuku saat ini memang tidak lagi sebatas manikur ataupun pedikur biasa. Segala jenis perawatan yang berhubungan dengan kaki dan tangan, tersedia lengkap. Misalnya, spa manicure/pedicure, french manicure, foot detoxification, dry feet spa treatment, nail extensions, hingga nail art. Untuk nail art pilihannya bermacam-macam. Dari jenis painting, 3 dimensi, air brush, sticker, hingga jenis printing yang menggunakan komputer dan mesin printer khusus.
 
“Khusus untuk nail art, setiap tahun pasti ada tren terbaru. Tentu kami tidak mau ketinggalan. Setiap ada perkembangan baru, pihak franchise pusat selalu memberi tahu sekaligus mengajari kami, agar bisa segera diterapkan di salon,” ujar Imelda. Sandra pun rajin meng-up date tren terkini seputar nail art lewat internet. Jika ada, ia akan segera mempelajarinya sendiri atau dengan mengikuti kursus-kursus terbaru.
 
Meski judulnya salon khusus kuku, bukan berarti tidak menawarkan jenis perawatan lain di luar urusan kuku. Sandra, tanpa mengurangi konsentrasi dalam memberikan layanan prima untuk beragam jenis perawatan kuku, juga menawarkan jasa perawatan tubuh seperti waxing, ear candle treatment, dan body scrub. “Semua layanan ekstra itu penunjang yang tidak kalah penting. Misalnya, jika kuku-kuku sudah cantik, penampilan seseorang akan jadi kurang sempurna, jika bagian kaki masih ditumbuhi banyak bulu. Untuk itu, kami menawarkan jasa waxing,” jelas Sandra. Sedangkan bagi Imelda, jika ada pelanggan yang mengajak pasangannya, para pria ini bisa menikmati layanan pijat refleksi kaki.
 
Keterampilan para nailist juga menjadi perhatian penting ketiga pemilik salon itu. “Sebanyak mungkin, saya membekali pengetahuan dan keterampilan pada para nailist di salon saya. Bagi para calon nailist, ia akan diberi pelatihan minimal tiga bulan, sebelum akhirnya diperbolehkan untuk ‘memegang’ pelanggan. Untuk bulan-bulan pertama pun, mereka harus didampingi nailist senior,” ujar Sandra. Tidak pelit menularkan ilmu juga menjadi prinsip yang dipegang Jenti. “Untuk hal kecil, seperti memulas kuteks, jika merasa ada yang kurang dari cara kerja mereka, saya tidak segan-segan mengajarinya sendiri.”
 
Tak cuma soal keterampilan, keramahan dan penampilan para nailist juga menjadi hal utama Jenti demi kesuksesan usahanya. Secara khusus ia memberikan pelatihan tata krama kepada para calon nailist. Begitu juga pelatihan make-up dan perawatan tubuh, agar para nailist bisa mempercantik diri sebelum melayani tamu. Yang penting, tampil segar dan tidak ‘kusut’ di depan pelanggan.
 
Menyangkut kenyamanan ruang salon, Imelda berpendapat, pelanggan yang datang setidaknya akan berada di salon selama 2-3 jam. Nah, agar pelanggan betah, Imelda, yang kebetulan lulusan sekolah interior design, berusaha mewujudkan atmosfer elegan dan nyaman. (IN)
 
 
Ini Tempatnya!
 
Voxy Nail and Spa
Jl. Leuser No. 16 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Telp: 021-72797521
 
Blossomnails
1. Hotel Intercontinental Mid Plaza Jakarta LG Floor R16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11 Jakarta Pusat, Telp: 021-5735625
2. Centre de Beaute Jl. Wijaya 1 No. 62 Jakarta Selatan, Telp: 021-7250668
 
Nailpia Salon dan Academy
Jl. Melawai Raya No.67-68 Lt.3 Jakarta Selatan, Telp: 021-72798248
 
Nail Gallery
1. STC Senayan Lt. 4 No.72 Jl. Asia Afrika-Pintu IX, Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Telp: 021-57931769
2. Plaza Indonesia Entertainment Centre Basement Floor, Jl. MH. Thamrin Kav 28-30 Jakarta Pusat, Telp: 021-31990198
3. Gedung ITC Mangga Dua Lt. 5 Blok B No.151, Telp: 021-62203743
Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password
1  2  3  4  


Acara &  
Agenda  

Business Trip Surabaya
Khusus para wanita wirausaha! Sharing ilmu bisnis dengan pemilik usaha sukses dan factory visit.
Booth Festival Wanita Wirausaha 2013
80 Booth dari Wanita Wirausaha terpilih ada di Festival Wanita Wirausaha 2013!
Festival Wanita Wirausaha 2013
Perkaya wawasan wirausaha Anda lewat kelas-kelas inspiratif yang ada di Festival Wanwir 2013!