Kisah Sukses

HANEDA ANANTA & ENDAH SUTJIHATI: SEHATI DALAM BISNIS (2)



SEMANGAT BERBAGI


Tahun 2008 terbitlah buku pertama mereka yang berjudul Kreasi Trendy Sulam Perca. Laris, dua tahun berikutnya mereka kembali melempar buku ke-2, Sulam Perca Unik dan Cantik.

Kedua buku tersebut justru makin mengundang penasaran. Banyak pembaca yang akhirnya datang atau meminta mereka membuka workshop. Karena kebanyakan calon klien itu berasal dari latar belakang keluarga berada,  akhirnya mereka membuka pelatihan komersial. “Biayanya Rp250.000 per orang. Harga ini sudah termasuk bahan, alat menjahit, dan lama pelatihan selama lebih dari 4 jam,” terang Endah.

Namun, buah keuntungan bisnis yang besar ini tidak membuat mereka silau harta. Sebaliknya, justru mendorong mereka berkontribusi lebih kepada lingkungan sekitar. Di antara padatnya jadwal kerja, setiap bulan mereka masih sempat menyisihkan waktu untuk memberikan pelatihan menjahit dan menyulam kepada ibu-ibu rumah tangga dan para napi di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Awal keterlibatan mereka mengajar para napi bermula dari permintaan kepala lapas yang mengenal keduanya lewat salah satu buku mereka. “Kami sempat kaget dan takut, karena kami ditawari mengajar tahanan pria,” ungkap Endah. Namun, di balik rasa takut dan penasaran, rasa senang menyelimuti keduanya. “Kami menerima tawaran tersebut. Juli 2010, pertama kalinya kami mengajar di Cipinang,” kata Haneda, senang.

Pengalaman paling berkesan mereka dapatkan saat mengajar di Lapas Salemba. “Saya tidak menyangka, di balik wajahnya yang garang, dan badan penuh tato, mereka luwes menjahit. Setelah diseleksi, kini kami punya penjahit tetap sebanyak 9 orang di dalam tahanan,” kata Haneda, tersenyum. Kini, saat pesanan menumpuk, mereka bisa mengandalkan para napi ini.

Apakah mereka tidak takut tersaingi oleh 'murid-murid' mereka? Serentak, keduanya menggeleng. “Jika salah seorang peserta workshop sukses, kami pun senang. Saya berharap apa yang telah kami ajarkan bisa terpakai,”  tambah Haneda. Sebab, bagi mereka, ilmu harus dibagi. Tentang persaingan, itu adalah hal yang umum dalam sebuah bisnis. Agar tidak terlibas, mereka harus terus berinovasi dan mencari keunikan-keunikan baru agar Caremommies tetap menonjol di pasaran.

AFRA ARUMDATI
FOTO : ARA

Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password



Acara &  
Agenda  

Workshop Inovasi Tanpa Batas
23-24 Mei 2013 Halo wanita wirausaha di Surabaya dan sekitarnya, ikuti workshop ini!
Meraih Sukses Lewat E-Commerce
Ikuti workshop bisnis digital wanita wirausaha 2013!
Tantangan Inovasi Wirausaha Medan
Inovasi artinya berani mengambil risiko. Siapkah Anda melakukannya?