Kisah Sukses

Eranya Wanita Wirausaha!

Perusahaan global konsultasi bisnis Ernst & Young mencatat bahwa 30 persen perusahaan perseorangan yang ada di dunia dimiliki oleh wanita. Tergugah oleh kepedulian ini, Ernst & Young menggelar ajang Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women (EWW) yang bertujuan untuk membekali para wanita pengusaha dengan kemampuan strategi bisnis dalam mendapatkan jejaring bisnis yang luas. 

PELUANG WANITA
“We believe in women,” cetus pakar marketing, Hermawan Kartajaya, saat berbicara di Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women (EWW) 2012 Award, Rabu (12/9) lalu di Jakarta. Tidak hanya karena ia menilai bahwa wanita lebih jujur, tapi karena saat ini wanita memegang peran kunci dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan masalah keuangan. 

“Dalam tiga tahun terakhir, 92 persen wanita di 10 kota besar Indonesia berperan sebagai chief financial di dalam keluarga. Bahkan, seorang suami tidak akan berani membeli sesuatu, jika tidak mendapat izin istrinya,” ungkap Hermawan, mengungkap hasil survei yang dilakukan oleh MarkPlus. Otomatis, fakta ini membuat wanita menguasai pangsa pasar. 

Produsen yang bisa menjawab kebutuhan wanita dan berhasil menyenangkan hatinyalah yang dapat menguasai pasar, tegas Hermawan. Dengan fakta ini, ia mendorong para wanita wirausaha yang tergabung dalam komunitas EWW, yaitu para finalis dan alumni, untuk menangkap peluang ini dan meraih sukses besar.
 “Sebab, hanya wanita yang paling tahu apa yang diinginkan oleh wanita lainnya. Maka, sebaiknya pilih bisnis yang proses pembeliannya lebih banyak ditentukan oleh wanita,” saran Founder & CEO MarkPlus  Inc, ini. Ia mengamati bahwa bisnis fashion dan makanan yang sempat dikuasai oleh kaum pria, kini kejayaannya mulai kembali diambil alih oleh wanita.

Apa yang diungkapkan oleh Hermawan, rupanya tergambar juga dari profil para finalis EWW 201 yang menggeluti bisnis aksesori, fashion, makanan, minuman, kecantikan, dan furniture. Kelima jenis usaha ini, sesuai penggambaran Hermawan, memiliki produk yang pembeliannya banyak ditentukan oleh wanita. 

Mereka ini adalah wanita wirausaha yang telah menjalankan bisnisnya selama minimal 5 tahun dengan omzet minimal Rp10 miliar dalam 2 tahun terakhir. Meski kedelapan finalis tersebut memiliki keistimewaan, hanya empat yang akhirnya dinobatkan sebagai Class of Winners. Mereka adalah Lisa Kurniawaty Mihardja dari Alleira Batik, Riezka Rahmatiana dari Justmine Pisang Ijo, Stephanie Hermawan dari Arbor & Troy, dan Ida Widyastuti dari Roemah Snack Mekarsari, yang sebelumnya memenangkan ajang Wanita Wirausaha Femina 2012.

“Kemenangan ini bukan suatu akhir, tapi suatu awal dari tantangan ke depan. Saya ingin menunjukkan bahwa bisnis snack tradisional yang selama ini hanya dipandang sebelah mata, layak ditekuni,” ungkap Ida, bangga. Meski demikian, ia merasa bahwa ini bukanlah kemenangannya seorang diri. “Ini adalah kemenangan untuk seluruh Mekarsari, yaitu karyawan saya, serta petani pisang dan UKM binaan Mekarsari. We are team, saya tidak bekerja seorang diri,” lanjut Ida, yang telah membina lebih dari 50 UKM dan 200 petani pisang. 

Menurut Riezka, kompetisi ini tidak hanya sekadar ajang penghargaan, tapi pintu peluang untuk memperdalam ilmu bisnis. “Saya banyak belajar dari para juri serta pembicara tentang sistem keuangan, branding, dan kepemimpinan,” ungkap Riezka, yang dalam empat tahun telah memiliki 210 gerai di seluruh Indonesia, riang.

Sementara itu, Lisa menganggap pencapaian sebagai ‘bensin’ bagi passion dan kecintaannya pada batik. Sehingga, ia  makin mantap untuk berani mewaralabakan Batik Alleira yang dikelolanya bersama ketiga rekannya. “Setelah satu tahun mempersiapkan modulnya, pada 14 September kami akan meluncurkan bisnis franchise Batik Alleira di Jakarta,” tuturnya. Berkat keuletannya bersama tim, kini Alleira telah memiliki 12 butik sendiri di Indonesia dan Malaysia, serta 30-an yang tersebar di department store. 

Peluang untuk maju juga diharap Stephanie. “Saya berharap pencapaian ini dapat membantu kredibilitas saya sebagai pebisnis. Karena kesulitan utama dari pengusaha startup adalah masalah pembiayaan. Apalagi saya bergerak di retail, yang sulit mendapat kredit bank,” ungkap wanita yang dalam waktu tiga bulan setelah berdiri, mampu meraih omzet hingga 200 persen! 

KEKUATAN WANITA
“Wanita memiliki lima sifat yang sangat cocok dijadikan sebagai modal dasar untuk berbisnis,” ungkap Hermawan. Lima sifat dasar tersebut adalah perhatiannya yang besar untuk selalu menjaga kesehatan, sikap optimistis, multitasking, dorongan untuk berwirausaha, dan kesenangannya dalam menjalin jejaring.  

Seperti optimisme yang ditunjukkan oleh Riezka. Sebelum memulai Justmine Pisang Ijo, ia bersama suaminya telah berulang kali mengecap kegagalan bisnis. Mulai dari kredit pulsa telepon genggam, kafe, sampai tahu goreng, semuanya gagal. Ia pun terbelit utang yang menggunung. Bukannya menyerah, tahun 2009 Riezka kembali mencoba peluang bisnis yang berbeda, yaitu pisang ijo. 

“Pertama kali jualan pisang ijo, sering tidak laku. Bahkan, hanya dengan stok 25 porsi saja tidak laku! Laku cuma lima porsi juga pernah,” kenangnya. Pisang ijo yang tidak laku itu akhirnya dibagikan secara gratis kepada pedagang lain atau pelanggan. Dengan cara ini, ia bisa menuai masukan dan ide-ide baru dari mereka. ”Saya terus melakukan inovasi produk, penjualan, dan promosi hingga akhirnya berhasil,” ungkap Riezka, tak menyangka bahwa usahanya bisa berkembang dalam skala nasional. 

Salah satu juri, Suzy Hutomo, Founder & CEO The Body Shop Indonesia, mengungkapkan kekuatan keempat Class of Winners yang terpilih. Keunikan mereka dalam mengikutsertakan nilai-nilai luhur dalam bisnisnya, membuat keempat wanita pengusaha ini istimewa. “Harapannya, para wanita pebisnis ini akan mengubah wajah dunia melalui aktivitas bisnisnya dengan mengikutsertakan nilai-nilai bisnis yang tidak melulu fokus pada profit, tapi juga pada lingkungan dan komunitas,” harap Suzy. 
Menurut Hermawan, dengan keunikannya dalam mengelola bisnis, wanita juga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Caranya, dengan memasukkan nilai-nilai luhur dalam bisnis yang dijalankannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh almarhumah Anita Roddick, aktivis sekaligus pebisnis yang membesarkan The Body Shop.

Hal ini pula yang telah dilakukan oleh Ida. Wanita ini tidak mau memisahkan nilai kemanusiaan dengan bisnis. ”Bisnis dan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan. Sebab, kalau dipisah, ke depannya para pengusaha Indonesia akan menjadi pengusaha yang tidak berperikemanusiaan dan memakan sesamanya,” tukas Ida, tegas.

Dengan visinya ini, Ida mulai menjangkau dan memberdayakan komunitas petani dan UKM yang ada di sekitarnya. Ia bercita-cita untuk membesarkan petani plasmanya yang telah mencapai jumlah 200 orang lebih, berikut UKM yang jumlahnya lebih dari 50. ”I’m not just a business woman, I’m an activist,” ungkapnya. 

Nilai-nilai luhur dalam menjalankan bisnis juga diterapkan oleh Stephanie. Melalui enam pilar karakter, yaitu trustworthy (bisa dipercaya), respect, responsibility, fair, care, dan citizenship. ”Orang harus bisa dipercaya, respek kepada orang lain, bertanggung jawab, adil, dan peduli. Dengan begitu, ia layak menjadi  warga negara  Arbor & Troy dan saya tidak perlu melakukan pengawasan ketat lagi, ” papar Stephanie. 

Tip Antigagal

Ida Widyastuti – Roemah Snack Mekarsari 
Sukses dan gagal dalam bisnis seperti dua sisi mata uang. Kiatnya, ambil sebagai pelajaran untuk mengingatkan bahwa ternyata saya belum pintar, sehingga Tuhan memberikan ‘kursus’ melalui kasus-kasus kegagalan. Ibarat minum jamu, meski pahit, jika kita mau menelan, maka penyakit kita akan sembuh. 

Riezka Rahmatiana – Justime Pisang Ijo
Apa pun yang kita jalani itu berproses, entah itu menjadi pebisnis, karyawan, profesional, semua perlu proses. Mau menyerah atau tidak, itu pilihan kita sendiri. Jika ingin terus, tetapkan tujuan! Apa pun yang kita inginkan pasti kita dapatkan asal bisa fokus dan konsisten.

Lisa Kurniawaty Mihardja – Alleira Batik
Apabila kita mengerjakan yang kita sukai dan menjadi passion kita, semuanya akan menjadi lebih mudah. Namun, satu yang pasti, kita harus terus kreatif sampai menemukan ciri khas yang membuat bisnis kita berbeda dari pesaing lainnya. Jangan takut gagal!

Stephanie Hermawan – Arbor & Troy
Wirausaha memang bukan untuk semua orang. Kita harus kuat mental dan paham terhadap konsekuensi yang akan kita hadapi ke depannya. Selain itu, dukungan keluarga, terutama pasangan, sangat penting. Sebab, percuma saja jika kerja keras yang telah kita rintis pada akhirnya berujung buntu hanya karena pasangan tidak setuju.
 
NAOMI JAYALAKSANA 
Foto: Ernst & Young, NJL

Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password
1  2  3  4  


Acara &  
Agenda  

Wanwir Masterclass: Fashion Trend Forecast
Khusus untuk wanwir di bidang fashion, beauty, dan craft!
Femina Award 2014
Beragam produk unggulan wanita wirausaha di pameran Inacraft pilihan tim editor Femina.
Business Trip Surabaya
Khusus para wanita wirausaha! Sharing ilmu bisnis dengan pemilik usaha sukses dan factory visit.
Booth Festival Wanita Wirausaha 2013
80 Booth dari Wanita Wirausaha terpilih ada di Festival Wanita Wirausaha 2013!