Kisah Sukses

Delia Murwihartini, Melek HKI Sejak Awal


Sejak awal menciptakan merek Dowa untuk fashion bag kreasinya pada 2008, Delia Murwihartini (50), sudah melindungi merek tersebut. Ia mendaftarkan merek Dowa, sehingga tidak bisa digunakan oleh pihak lain. Tak hanya itu, ia juga memastikan bahwa bila ketika konsumen mendengar merek itu, mereka sudah bisa membayangkan produknya seperti apa. Sebaliknya, ketika konsumen melihat produknya, mereka sudah bisa mengenali bahwa merek produk itu adalah Dowa.

“Saya juga menjaga agar produk selalu fresh dan up to date dengan fashion di Eropa dan Amerika. Caranya, dalam setahun saya merilis koleksi terbaru hingga 3-4 kali, dengan tren desain dan tren warna yang sama dengan merek-merek terkenal lain. Setiap launching, minimal terdiri dari 15 warna baru dan 30 lebih desain baru. Sehingga, konsumen tetap setia dan bangga mengenakan merek saya. Para follower juga tidak memiliki kesempatan untuk mengambil posisi merek saya,” kata Delia, yang selalu mengembangkan produknya sehingga kualitasnya makin baik dan tampilannya makin indah.

Tampilan produk Dowa yang berkelas dan laris di pasaran tak urung mengundang para peniru untuk beraksi. Tapi, bukannya menempuh jalur hukum Delia malah terbang ke Cina, mempelajari sistem kerja dan sistem produksi mereka. “Saya mencari tahu mengapa mereka bisa meniru produk saya dan menjual dengan harga sangat murah. Padahal, barangnya terlihat hampir sama (tidak seratus persen sama), meski kualitasnya di bawah barang produksi saya,” kisahnya. Dari dua kali kunjungannya ke beberapa pabrik yang memproduksi fashion bag di Cina, Delia mengubah sistem produksinya sehingga bisa mendekati tingkat efisiensi pabrik di Cina. Dengan begitu, ia bisa memproduksi tas yang kualitasnya di atas produk Cina, namun harganya tetap kompetitif.

Meski banyak yang meniru produknya, Delia tak punya masalah, karena ia yakin produk Dowa tidak bisa disamai. “Material, kualitas pengerjaan, serta soul-nya sangat sulit disamai. Hardware yang digunakan pun selalu berganti, sehingga para peniru pasti sangat kewalahan,” tutur Delia, yang sempat berseloroh bahwa kalau ditiru, berarti produk itu bagus. (f)

Bookmark and Share
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Bookmark and Share



Login  

Email
Password



Acara &  
Agenda  

Workshop Inovasi Tanpa Batas
23-24 Mei 2013 Halo wanita wirausaha di Surabaya dan sekitarnya, ikuti workshop ini!
Meraih Sukses Lewat E-Commerce
Ikuti workshop bisnis digital wanita wirausaha 2013!
Tantangan Inovasi Wirausaha Medan
Inovasi artinya berani mengambil risiko. Siapkah Anda melakukannya?